Israel Gempur Iran dan Habisi Panglima Utama IRGC

Israel Gempur Iran dan Habisi Panglima Utama IRGC

Israel menamakan misi ini Operation Rising Lion. Mereka menerjunkan puluhan pesawat tempur dan meluncurkan rudal jelajah jarak jauh. Sasaran utama mencakup fasilitas pengayaan uranium di Natanz, pabrik rudal balistik, serta kubu militer IRGC di Teheran dan daerah lainnya

Israel

PM Benjamin Netanyahu menyatakan, “Kami menghantam jantung program nuklir Iran.” Ia menegaskan kesiapan Israel untuk melanjutkan serangan sampai ancaman nuklir benar-benar hilang .

Hossein Salami Gugur: Pukulan Berat bagi Iran

Media pemerintah Iran menyampaikan bahwa Mayor Jenderal Hossein Salami tewas dalam serangan di ibukota Teheran . Salami menjabat sebagai Panglima Tertinggi IRGC sejak April 2019 dan dikenal karena retorikanya yang keras terhadap Israel dan AS

Iran juga mengumumkan tewasnya beberapa ilmuwan nuklir terkemuka, seperti Fereydoun Abbasi‑Davani dan Mohammad Mehdi Tehranchi Selain itu, kerusakan menimpa area pemukiman di Teheran yang memicu korban sipil.

Israel Tegaskan Self‑Defense, AS Tidak Terlibat Langsung

Netanyahu menegaskan bahwa operasi ini murni bertujuan mencegah ancaman nuklir Iran dan dilakukan secara independen oleh Israel. Ia menegaskan kesiapan Israel untuk melanjutkan serangan selama diperlukan.

Sementara itu, AS menyatakan tidak terlibat langsung, namun pihak penerbangan Israel memberi peringatan kepada AS sebelumnya . Sekretaris Negara AS Marco Rubio memperingatkan Iran agar tak menyerang aset AS

Iran Siapkan Balasan, Kawasan Memanas

Pemimpin Tertinggi Ayatollah Khamenei dan keterwakilan IRGC berjanji memberikan “sanksi berat” kepada Israel . Minister Pertahanan Israel Katz juga mengisyaratkan kemungkinan serangan jalur rudal atau drone sebagai balasan.

Iran telah menutup ruang udaranya, sementara Israel menyatakan keadaan darurat nasional dan meningkatkan pertahanan rudal. Pasar minyak global merespons cepat, harga Brent melonjak ke level tertinggi dalam beberapa minggu .

Diplomasi Gagal: Negosiasi Nuklir Gagal Saat Genting

Serangan ini terjadi sehari sebelum konferensi tingkat tinggi di Oman terkait program nuklir Iran. Penarikan diplomat AS dan dukungan diplomatis terhadap menggambarkan situasi genting yang mencekik hijauannya diplomasi.

PBB dan negara-negara netral menyerukan penahan diri. Namun, kondisi saat ini diperkirakan akan melemahkan peluang negosiasi lebih lanjut .

Dampak Geopolitik dan Strategi Regional

Serangan terhadap tokoh militer dan ilmuwan nuklir Iran menunjukkan bahwa Israel tidak ragu melanggar batas negara demi mencegah ambisi nuklir lawan. Beberapa analis menyebut serangan ini memanfaatkan kesempatan saat Rusia dan AS fokus ke Ukraina dan Indo-Pasifik .

Namun, langkah ini juga berisiko besar. Iran bisa mempercepat kerja nuklirnya atau menarik diri dari pengawasan internasional. Selain itu, Iran dapat menyalurkan balasannya lewat proxy di Suriah, Lebanon, dan Yaman.

Penutup: Titik Balik yang Berbatuan

Israel telah mengirim sinyal kuat: mereka siap menggunakan kekuatan udara untuk menghadang ancaman nuklir Iran. Namun, gugurnya Hossein Salami membuka babak baru konflik mirip eskalasi perang terbuka.

Diplomasi kini tampak melemah, tetapi negara-negara utama masih memegang peran menentukan arah konflik selanjutnya. Sementara masyarakat global meradang dengan kekhawatiran baru: apakah kawasan Timur Tengah kini akan menyala lebih terang lagi?

Persaingan antara senjata dan diplomasi memasuki babak baru. Israel telah melancarkan serangan, Iran bersiap membalas, dan dunia menahan napas menunggu kemana langkah selanjutnya.

Baca Juga: Penembakan Sekolah Guncang Austria, 10 Orang Tewas

One thought on “Israel Gempur Iran dan Habisi Panglima Utama IRGC

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *